“Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”. (Q.S Al-Anbiya/21:69).
Api yang berkobar ternyata tak mampu menyentuh kulit Ibrahim. Ia selamat, sehat wal afiat tak kurang suatu apa pun. Tidak hangus terbakar api merupakan salah satu mukjizat Nabi Ibrahim a.s.
3. Membangun Kakbah
Pada suatu hari Allah memerintahkan Ibrahim untuk membawa istrinya yang bernama Hajar dan anaknya yang bernama Ismail ke sebuah tempat yang kering dan tandus. Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya dengan perbekalan ala kadarnya.
Ia pun meninggalkan keduanya untuk pergi ke suatu tempat. Ketika per bek alan habis, Hajar berlari ke sana dan ke mari untuk mencari air. Suasana padang pasir yang gersang dan panas menyebabkan ia seperti melihat air. Ia pun berlari- lari sebanyak tujuh kali antara Shafa dan Marwah berharap menemukan air. Sampai pada puncak kelelahannya, ia kembali ke tempat di mana bayinya diletakkan. Di tengah situasi yang hampir membuatnya putus asa, ia menemukan sesuatu yang tak terduga. Gerakan kaki Ismail yang meronta ke tanah ternyata memancarkan air. Tempat itu akhirnya dinamakan sumur zam-zam.
Ketika Allah memerintahkan membangun kakbah, Ibrahim pun bergegas untuk datang ke Makkah. Makkah yang dulunya gersang dan tandus telah berubah menjadi subur berkat air zamzam. Ismail pun sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang cerdas dan tangkas.
Kepada anaknya ini, Ibrahim berkata “Allah memerintahkan aku agar membangun Baitullah untuk Nya”. Ismail kecil menjawab “Laksanakanlah perintah-Nya, aku akan membantu urusan ayah”.
Jangan Lupa Suport Kami, Klik Link dibawah ini 👇
https://msha.ke/cahayaaurora
B. KISAH KETELADANAN NABI ISMAIL A.S
1. Siapa Nabi Ismail a.s.?
Nabi Ismail adalah putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Menurut catatan sejarah, usianya mencapai 137 tahun. Dari segi silsilah, ia masih keturunan Nabi Idris a.s dan Nabi Nuh a.s. lengkapnya yakni Nabi Ibrahim bin azar (tarih) bin tahur bin saruj bin rau' bin falij bin Aaabir bin arfaksyad bin saam bin Nuh a.s. Ia dibesarkan di lingkungan masyarakat yang taat beribadah. Ayahnya Ibrahim adalah seorang Nabi dan Rasul yang berjasa membangun kakbah pada masa awal. Nabi Ismail a.s dilahirkan di "PALESTINA"
2. Jasa - jasa Nabi Ismail a.s
Diantara jasa-jasa nabi Ismail a.s. adalah sebagai berikut.
a. Membangun Masjid Al-Aqsa di Palestina
b. Mensyariatkan ibadah kurban bagi umat Muhammad saw.
Pada hari tarwiyah (hari keyaqinan kebenaran mimpi) Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya kepada Nabi Ismail " Wahai anakku aku bermimpi mengorbankanmu, bagaimana pendapatmu? "Ismail menjawab "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang teladah diperintahkan oleh Allah kepadamu. ENgkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorng yang sabar dan Patuh kepada perintah"
Syaithon berusaha intik menggagalkan proses pengorbanan Ismail. berbagi tipu daya disampaikan kepada NAbi Ibrahim, Islami dan Hajar, karena kekompakan mereka, syaithon tidak berhasil. Datang malaikat membawa seeokor domba sebagai ganti ismail untuk dikorbankan dan hal ini asal pemula sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Idul Qurban diseluruh dunia.
c. Membantu ayahnya membangun kakbah di Masjidil Haram di Makkah

Ka’bah, sebuah bangunan suci di Makkah, yang menjadi kiblat peribadatan umat Islam di seluruh dunia dan biasa disebut Baitullah (Rumah Allah). Mengenai bangunan Ka’bah, terdapat perbedaan pendapat tentang siapa yang pertama kali membangun Ka’bah. Ada yang mengatakan Ka’bah sebelum Nabi Adam as. Menurut sejarahwan lain, Nabi Adam merupakan yang pertama kali membangun Ka’bah. Sedangkan beberapa sejarahwan sepakat bahwa Nabi Ibrahim yang membangun Ka’bah pertama kali. Wallahu A’lam.
Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim as bersama anaknya, Ismail as. Sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 127, yang artinya :
“Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan Kami, terimalah dari kami (amal kami). Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Bahwa ayat tersebut memberi kesan bahwa Ka’bah dibangun sebelum Nabi Ibrahim. Hanya saja, Nabi Ibrahim bersama putranya yang meninggikan pondasi Ka’bah. Karena boleh jadi bangunan Ka’bah saat itu sudah runtuh atau bahkan rata dengan tanah.
Setelah Nabi Ismail berumur 30 tahun, dan Siti Hajar berumur 90 tahun, Nabi Ibrahim as pergi ke Makkah untuk melaksanakan perintah Allah yaitu membangun Ka’bah. Nabi Ibrahim lalu menceritakannya kepada Ismail, sehingga mereka berdua pergi untuk memulai pembangunan Ka’bah. Nabi meninggikan bangunan ka’bah menjadi 7 hasta, dengan ukuran panjang 30 hasta, dan lebar 22 hasta. Tetapi pendapat lain menyatakan tinggi ka’bah adalah 9 hasta. Pada saat itu, Ka’bah belum memiliki atap. Ka’bah dibangun dengan bahan bangunan yang berasal dari lima gunung, yaitu gunung Thursina (gunung Sinai), Thurzita, Libnan, Judi, dan gunung Nur.
Setelah bangunan Ka’bah telah tinggi, Nabi Ismail membawakan batu besar dari Jabal Qubais untuk ayahnya. Batu tersebut yang dikenal dengan Makam Ibrahim. Simbol selesainya pembangunan ka’bah ditandai dengan peletakan Hajar Aswad. Tetapi tidak disebutkan berapa lama masa pembangunan ka’bah tersebut.
3. Mukjizat Nabi Ismail a.s
Salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Ismail a.s adalah pijakankakinya yang dapat menjadi sumber mata air yang sampai saat ini disebut air zamzam.
Sumber mata air yang ajaib ini hingga sekarang tak pernah habis. Padahal sumur tersebut sudah berumur ribuan tahun dan telah dinikmati oleh banyak orang dari seluruh dunia.
Nabi Ismail AS dan 3 mukjizat
1. Diberi keselamatan daripada disembelih
Mukjizat yang diterima Nabi Ismail AS dari Allah SWT adalah berupa keselamatan ketika ayahnya, Nabi Ibrahim AS hendak menyembelihnya sebagai korban atas perintah Allah SWT. Pada suatu malam, Nabi Ibrahim AS bermimpi dan dalam tidurnya baginda telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS. Mimpi itu membuat hati Nabi Ibrahim AS tidak tenang. Namun ia tidak menggugat perintah Allah SWT kepadanya.
Nabi Ibrahim AS berfikiran adalah lebih baik sekiranya baginda memberitahu dahulu anaknya itu. Akhirnya, Nabi Ibrahim AS pun pergi untuk menemui anaknya. “Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi, aku menyembelihmu, maka bagaimana pendapatmu. ” (Surah Ash-Shaffat : ayat 102).
Lalu Nabi Ismail AS menjawab, “Wahai ayahku kerjakanlah yang diperintahkan Tuhanmu. Insya Allah engkau mendapatiku sebagai orang-orang yang sabar.” (Surah Ash-Shaffat : ayat 102).
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Arab-Latin: Fa lammā balaga ma'ahus-sa'ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif'al mā tu`maru satajidunī in syā`allāhu minaṣ-ṣābirīn
Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Tenang hati seorang ayah apabila anaknya memberikan jawaban yang sedemikian. Atas kehendak Allah SWT ketika hendak disembelih, Allah SWT menggantikan baginda dengan seekor kibas. Ujian bagi kedua-dua beranak ini akhirnya selesai dengan izin Allah SWT. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Raya Aidiladha atau Hari Raya Korban oleh seluruh umat Islam, untuk mengingatkan mereka tentang Islam yang hakiki yang dibawa dan di amalkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
2. Mata air zamzam
Kisah munculnya air zamzam bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk membawa istrinya Siti Hajar dan anak, Nabi Ismail AS di lembah gersang Hijaz atau sekarang dikenali sebagai Mekah.
Tidak lama di sana, Nabi Ibrahim AS telah mendapat perintah lagi dari Allah SWT untuk kembali ke Syam bagi melanjutkan dakwah. Sementara di lembah Hijaz pula masih belum ada penduduk yang tinggal di situ. Nabi Ismail AS yang masih bayi, kehausan di tengah terik matahari kerana persediaan air mereka habis. Siti Hajar panik, lalu dia terus berlari antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari sumber air.
Namun usaha Siti Hajar masih tidak membuahkan hasilnya. Di tengah-tengah situasi yang sulit itu, Allah SWT menurunkan rahmatNya. Nabi Ismail AS kemudian memukul-mukulkan kakinya di atas tanah dalam keadaan menangis, lalu terpancarlah di bawah kakinya sumur zamzam sehingga kehidupan si anak dan si ibu itu terselamat.
3. Membangunkan kaabah
Pada suatu hari Nabi Ibrahim AS menerima wahyu dari Allah SWT agar membangun Kaabah. Nabi Ibrahim AS mendatangi anaknya lalu berkata, “Wahai Ismail, Allah memerintahkanku dengan suatu perintah.” Ismail berkata, “Lakukanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu.” Ibrahim berkata lagi, “Apakah kamu akan membantu aku?” Ismail berkata, “Ya, aku akan membantumu.” Ibrahim berkata, “Allah memerintahkan aku agar membangun rumah di tempat ini.”
Nabi Ibrahim menunjukkan ke suatu tempat yang agak tinggi dibanding sekelilingnya. Di tempat itulah mereka akan membangunkan Kaabah. Kedua-duanya bekerja sambil mengucapkan kalimat doa, “Wahai Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (Surah Al-Baqarah : ayat 127).
Setelah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS selesai membangunkan Kaabah, lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Surah Al Baqarah : ayat 127-128).
C. SIKAP KETELADANAN NABI IBRAHIM A.S DAN NABI ISMAIL A.S
1. Keteladanan Nabi Ibrahim a.s.
a. Nabi Ibrahim a.s. gigih dalam memimpin keluarga dan ummatnya untuk selalu berserah diri kepada Allah Swt.
b. Nabi Ibrahim a.s. selalu taat dan patuh kepada Allah Swt. hal itu dibuktikan saat diperintah mengungsikan istri dan anaknya ke tempat yang tandus dan sangat jauh dari pemukiman penduduk dan kepatuhannya melaksanakan perintah untuk menyembelih Nabi Ismail a.s
c. Nabi Ibrahim a.s. berani dalam menegakkan kebenaran. Hal itu dibuktikan dengan keberaniaannya melawan Raja Namrud yang membangkang terhadap ajaran Allah Swt.
d. Nabi Ibrahim a.s. adalah nabi yang cerdas dan lugas dalam berbicara.Ketika ia mengalungkan kapak ke leher berhala paling besar untuk meninggalkan kesan sebagai pelaku penghancuran, ia mengungkapkan kepada para penuduhnya bahwa berhala paling besar adalah pelakunya karena kapak ada di lehernya. Orang-orang pun menjawab: “Tidak mungkin sebuah berhala melakukan penghancuran terhadap berhala-berhala yang lain”. Lalu dengan cepat Ibrahim menjawab,“Jika berhala tidak bisa berbuat apa-apa, kenapa kalian sembah?”
2. Keteladanan Nabi Ismail a.s
a. Nabi Ismail a.s. selalu patuh dan taat kepada Allah Swt. Ia melaksanakan semua perintah Allah.
b. Nabi Ismail a.s. selalu patuh dan taat kepada orang tua. Kebaikan apa pun yang diperintahkan orang tuanya, akan dilaksanakan dengan senang hati.
c. Nabi Ismail a.s. selalu sabar menjalankan perintah Allah Swt..
d. Nabi Ismail a.s. adalah pekerja keras sejak kecil. Ia ikut serta membangun Kakbah.
D. HIKMAH KISAH KETELADANAN NABI IBRAHIM A.S DAN NABI ISMAIL A.S
1. Beriman dan taqwa kepada Allah SWT dalam segala aktivitas.
2. Ikhlas, giat bekerja, tidak mudah putus asa, sabar dan teliti memutuskan tindakan dengan demokrasi/suka bermusyawarah
3. dermawa, suka berkorban, cita kasih, suka menghormati orang lain dan sosial yang tinggi.
4. Pertama membangun ka'bah asal mula ibadah haji dan qurban
5. Bersifat amanah, fathanah, shiddiq, dan tabligh
RANGKUMAN
1. Nabi Ibrahim a.s dilahirkan di Fadam A’ram, sebuah tempat yang berada di wilayah kerajaan Babilonia.
2. Nabi Ibrahim diutus untuk mengajak umatnya agar menyembah Allah Swt. Sebelumnya umat tersebut menyembah berhala yang dipimpin oleh Raja Namrud.
3. Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan untuk membangun Kakbah dengan dibantu oleh Nabi Ismail a.s.
4. Nabi Ibrahim diberi mukjizat oleh Allah Swt. berupa tidak hangus dibakar.
5. Nabi Ismail merupakan putra dari nabi Ibrahim a.s dengan Siti Hajar.
6. Nabi Ismail adalah nabi yang sabar, patuh serta taat kepada perintah Allah Swt. dan orang tuanya.
7. Nabi Ismail diberi mukjizat oleh Allah Swt. berupa benturan kakinya yang dapat mengeluarkan air yang menjadi sumur zamzam.
8. Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. selalu bersikap mulia, taat kepada Allah Swt., pemberani, gigih dalam berjuang, dan sabar dalam menjalani kehidupan.
0Komentar