TSriTfr5GfYoTfYlBSW8GSMiTA==

Habib Umar bin Hafiz: Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah lewat Puasa Ramadhan

 


Habib Umar bin Hafiz: Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah lewat Puasa Ramadhan


Sebagai muslim kita wajib mencintai Rasulullah ﷺ sebagai pembawa syariat Islam. Cinta kepada Rasulullah ﷺ terwujud dalam ketaatan terhadap hukum-hukum Islam yang diajarkan beliau. Dan dengan itu, kita juga akan mendapatkan cinta Allah, sebagaimana firman-Nya:


قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ


Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran [3]: 31).


Imam Hasan Al-Basri dan ulama salaf lain mengatakan bahwa ada sebagian orang yang mengira bahwa dirinya mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat di atas.


Maka dari itu, Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan perasaan cinta kita kepada Rasulullah ﷺ. Bagaimana caranya?


1. Menyadari bahwa kita mengikuti Rasulullah ﷺ dalam puasa kita


Kita berpuasa Ramadhan mengikuti Rasulullah ﷺ. Tanpa beliau ﷺ, kita tidak mengetahui bagaimana ketentuan puasa Ramadhan. Kita mengikuti cara berpuasa Rasulullah ﷺ, yaitu menahan nafsu sejak matahari terbit hingga terbenam. 


Kita juga mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa dari Rasulullah ﷺ, lengkap dengan sunnah-sunnah yang menyertainya. Dengan menyadari ini sepenuhnya, kita dapat meningkatkan cinta kita kepada beliau ﷺ.


2. Menerapkan sunnah-sunnah puasa yang diajarkan Rasulullah ﷺ


Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai sunnah saat berpuasa, dan kita bisa mengikutinya dalam rangka meningkatkan rasa cinta kita kepada beliau ﷺ. Ada beberapa sunnah yang bisa kita ikuti, misalnya menyantap sahur, sebagaimana sabda beliau ﷺ: 


تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً


Bersahurlah, karena sesungguhnya dalam sahur ada keberkahan (HR. Nasai no. 2146).


Lalu, menyegerakan berbuka adalah salah satu sunnah puasa. Rasulullah ﷺ bersabda:


لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ


Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka (HR. Bukhari no. 1957).


Dalam berbuka puasa juga ada sunnahnya, yaitu dengan makanan yang ringan (tidak langsung makanan berat). Seperti kurma dan segelas air, sebagaimana yang diriwayatkan Sahabat Anas bin Malik ra.:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ


Rasulullah ﷺ biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air (HR. Abu Dawud no. 2356).


3. Menyadari bahwa puasa Ramadhan dan pahala besar yang menyertainya datang melalui Rasulullah ﷺ


Rasulullah ﷺ adalah orang yang menyampaikan kewajiban puasa Ramadhan sebulan penuh. Perintah puasa ini turun kepada beliau ﷺ lalu disampaikan kepada para sahabat, yaitu firman Allah:


فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ


Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu (Ramadhan), berpuasalah (QS. Al-Baqarah [2]: 185).


Ibadah puasa Ramadhan menjadi istimewa karena merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Selain itu, puasa adalah milik Allah dan pahalanya akan ditentukan sendiri oleh-Nya. Allah berfirman dalam hadis qudsi:


وَالصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ


Puasa itu untukku, dan aku yang akan memberikan balasannya (HR. Bukhari no. 7538).


Puasa Ramadhan dan pahala besar yang menyertainya ini datang kepada kita lewat Rasulullah ﷺ. Maka dengan menyadari hal ini dan menanamkan kesadaran bahwa Rasulullah ﷺ adalah sumber dari segala ibadah, akan meningkatkan cinta kita kepada beliau ﷺ.


4. Membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ selama Ramadhan


Kita juga bisa meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ dengan membaca doa-doa yang beliau ﷺ ajarkan. Misalnya membaca doa ketika berbuka puasa seperti ini:


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ


Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, serta pahala akan tetap, insyaAllah (HR. Abu Dawud no. 2357).


Atau dengan redaksi lain seperti ini:


اللَّهُـمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ


Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezeki-Mu aku berbuka (HR. Abu Dawud no. 2358).


Dan jika berbuka di rumah orang lain, kita bisa membaca doa Rasulullah ﷺ ketika berbuka di rumah Sahabat Sa’ad bin Mu’adz ra.:


أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ


Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendoakan (HR. Abu Dawud no. 3854).


Demikianlah beberapa cara untuk meningkatkan cinta kepada Rasulullah lewat puasa Ramadhan. Semoga ibadah puasa kita diterima. Aamiin.


Jangan Lupa Suport Kami, Klik Link dibawah ini 👇

https://msha.ke/cahayaaurora

1Komentar

Special Ads