TSriTfr5GfYoTfYlBSW8GSMiTA==

Semoga hanya rehat sejenak

 

Semoga hanya rehat sejenak



Dulu kamu sosok orang yang mempunyai semangat tinggi, memliki ranah kehidupan yang teratur bahkan untuk bertaqwa kepada Allah semua di teladani tidak hanya perintah wajib, yang sunnah pun kamu laksanakan. Bahkan hampir setiap bulan kamu melaksanakan shalat malam yang setiap bulannya kamu pasti melaksanakannya. Setiap shubuh kamu pun melaksanakan tanpa kesiangan. Membaca Al-qur’an istiqomah setelah maghrib dan shubuh. Shadaqah yang tidak ada henti-hentinya kamu laksanakan untuk beramal ke masjid.

Namun, semuanya kini menjadi history yang tertinggal di memori yang sudah lama hilang dan menjadi kusam. Kenapa? Kamu Lelah?. Semenjak bekerja shalat hanya dilaksanakan yang wajib itu pun sudah tidak on time. Membaca al-qur’an bisa dilaksanakan seminggu bisa 3 kali saja. Shalat sunnah hampir tidak dilaksanakan. Melaksanakan shalat tahajud 1 bulan sekali itu sudah alhamdulillah.

Lantas mengapa sekarang, Allah sudah ngasih kenikmatan banyak mempunyai pekerjaan yang mengalir terus rezeki tidak terhingga tetapi ibadah yang dilaksanakan hanya setengah bahkan seperempat. Semoga ini hanya rehat sejenak, bukan benar-benar berhenti . Lelah itu pasti, tapi menyerah dan ibadah terbengkalai itu tidak ada pilihan untuk kehidupan kita kedepannya. Untuk menjadi sarjana saja kita harus berkorban banyak seperti sekolah bertahun-tahun, menyelesaikan tugas yang sangat banyak, bahkan rela tidak tidur demi tugas dan mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Lantas untuk menuju kebahagiaan di surga, kita hanya berbekal seadanya saja padahal kebahagiaan di surga tidak ada tandingan dengan dunia dan seisinya.

Kita membiarkan nafsu menghacurkan amalan kita adalah hal yang amat keliru. Kita di dunia ibarat seperti bertarung dan berjuang yang tidak ada hentinya. Kita selalu berjuang untuk mendapatkan rezeki yang berkah melalui perantara bekerja di sisi lain kita juga harus bertarung dengan kemalasan kita dan melawan kemalasan untuk selalu semangat beribadah. Tidak boleh lengah, kita harus selalu bertarung dan berjuang, karenan kekalahan yang akan membuat kita kepada futur, kemudian iman kita luntur, Futur yaitu penyakit yang dapat menggerogoti saat seseorang sedang berjuang dalam ketaatan, sehingga kamu lelah, hilang semangat dan puncaknya menarik diri dari ibadah.

Kita akan kehilangan nikmat dalam taat bila sudah tenggelam dalam kenikmatan dunia. Yang halal jadi beban, yang haram terasa menyenangkan. Kehilangan nikmat ibadah memang membuat kita mendapat hukuman berat yang kita sadari. Sebenarnya hukuman itu berat kita terima tetapi terasa ringan, karena hukuman tersebut akan kita dapat saat kelak nanti. Di dunia yang sementara ini kita mati-matian mengejarnya, menghabiskan semua waktu yang kita miliki untuk mendapatkan apa yang kita mau. Sedangkan untuk ahirat yang abadi kita gampang menyepelehkan tidak melaksanakan perintah yang wajib kita kerjakan. Semoga hanya rehat sejenak, dan kemudian bangkit lebih baik dari yang kemarin yang sudah usai dan terus semangat dengan niat semua ibadah kepada Allah.


Jangan Lupa Suport Kami, Klik Link dibawah ini 👇

https://msha.ke/cahayaaurora

 

0Komentar

Special Ads