Terdidik baik karena terbiasa
Ketika melaksanakan
pembelajaran sudah seharusnya kita tanamkan kepada anak didik kita dan harus
sinkron antara materi dengan kehidupan sehari-hari (pembelajaran konstektual). Contohnya
pada materi sederhana yaitu adab bertemu tamu, yang mana apabila kita membahas
adab saling berhubungan dengan akhlakul karimah. Akhlakul Karimah atau disebut
dengan akhlak yang terpuji merupakan salah satu golongan macam akhlak yang
harus dimiliki setiap umat muslim. Contoh macam akhlak tersebut
diantarannya sikap rela berkorban, jujur, sopan, santun, tawakal, adil, sabar
dan lain sebagainya. Nah, menanamkan akhlakul karimah harus dilakukan dan
dibiasakan. Bagaimana cara membiasakannya?. Memang dengan beragamnya zaman
sekarang yang sudah modern banyak sekali yang harus di tanamkan sejak dini,
apakah itu? Yaitu menanamkan akhlakul karimah yang baik untuk generasi penerus
bangsa yaitu anak didik kita.
Memang banyak sekali yang telah diajarkan ke anak didik kita tentang akhlak. Tetapi apakah itu sudah menjadi fondasi dalam diri mereka? banyak anak-anak sudah mengetahui bagaimana cara sopan santun tetapi ada juga yang masih belum menerapkannya. Oleh karena itu, tidak hanya mendengar atau memahami saja terkait dengan berakhlakul karimah yang baik tetapi juga harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik kita bahas yang sederhana pada materi adab bertemu tamu. Mengapa bertemu tamu?.mengapa tidak adab bertemu guru atau adab bertemu keluarga. Adab bertemu tamu disini dimaksudkan agar Ananda dapat membiasakan diri bersopan santun yang baik saat bertemu orang lain orang yang belum dikenalnya.
Memang Ananda telah diberikan banyak contoh macam-macam
berakhlak yang baik seperti adab saat berbiacara dengan teman, adab bertemu
guru, adab kepada orang tua yang inshaallah Ananda sudah dapat melaksanakan dan
mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari karena sudah mengenal orangnya,
tetapi dalam aspek adab bertemu tamu juga sangat diharapkan Ananda dapat
mempraktikkan juga meskipun mereka tidak mengenal orangnya. Salah satu Ananda saya
Mas Nizam bertanya kepada saya? Bu mengapa kita mempelajari adab bertemu tamu?
Saya malu kalau bertemu dengan orang yang tidak kita kenal. Tidak hanya mas Nizam
dari beberapa Ananda juga merasakan demikian.
Banyak Ananda yang masih malu saat bertemu tamu karena merasa tamu adalah orang yang tidak dikenal. Oleh karena itu kita sebagai pendidik dan orang tua ke 2 bagi Ananda harus mendidik dengan baik yaitu dengan mengenalkan sopan santun tidak hanya kepada orang tua, guru, teman, kerabat keluarga tetapi harus menerapkan sopan santun juga kepada semua orang. Dalam hal ini, kita mulai dari 5S (sapa,salam,salim,sopan dan santun), pada dasarnya adab saat bertemu tamu tidak jauh berbeda dengan adab bertemu orang tua dan guru yaitu yang pertama dengan menyapa tamu tersebut, ananda harus memberanikan diri dan membiasakan untuk menyapa seseorang yang sedang bertamu di rumah atau di sekolah tanpa malu. Kemudian yang kedua yaitu dengan salam, sangat penting sekali Ananda membiasakan salam saat bertemu dengan sesorang agar dapat membiasakan bertemu dengan guru, teman atau kerabat keluarga dengan mengucapkan salam.
Ketiga
yaitu salim, maksudnya jika Ananda bertemu dengan tamu baik di rumah maupun
disekolah haruslah juga membiasakan dirinya untuk salim kepada orang yang lebih
tua dengan maksud untuk menghormati dan menghargai orang yang lebih tua dari
dirinya. Yang keempat dan ke lima sopan dan santun, maksud dari sopan santun
disini yaitu Ananda jika bertemu dengan tamu haruslah sedikit membungkuk kan
badannya ketika lewat di depan tamu, terlihat sederhana tetapi harus menerapkan
betul-betul dalam diri Ananda agar Ananda tidak semena-mena jalan didepan tamu
dengan tidak sedikit membungkuk kan badanya saat lewat di depan tamu, maksud
dari sedikit membungkuk kan badan dalam islam saat bertemu yaitu salah satu
dari bentuk penghormatan kepada orang lain, di antaranya
melalui gestur atau gerak tubuh, seperti membungkukkan badan yang mana menjadi
tradisi yang dilakukan mereka bertemu dengan seseorang yang lebih tua atau saat
bertemu dengan tamu. Harapannya dengan menerapkan adab bertemu tamu, Ananda
dapat membiasakan dalam kehidupan sehari-hari karena kita sebagai pendidik mendidik
Ananda dengan baik agar terbiasa dan sudah tertanam dalam dirinya.

0Komentar